Dengan nama Alloh Yang Maha Pengasih dan Penyayang...
Sebulan lebih ngga merubah isi blog karena kesibukan akhir tahun yang seperti biasa melelahkan, pheww...
Berhubung saat ini adalah awal tahun 2015, kali ini saya akan mencoba menulis tentang cerita di tahun 2014.
Mengulik lagi arsip blog awal tahun 2014, pernah saya menulis tentang "Resolusi untuk Revolusi menjadi Evolusi". Sedikit disinggung dalam tulisan itu bahwa saya tidak pernah mematok target tertentu untuk resolusi. Semua berjalan sesuai dengan kesempatan yang telah diberikan, pastinya harus menuju ke arah yang lebih baik.
Tahun 2014 telah saya lalui. Namun ada beberapa hal yang akan terus diingat. Hal-hal yang membahagiakan, menyenangkan, walaupun ada hal-hal yang dengan "terpaksa" harus saya ambil.
Keinginan pertama adalah membahagiakan orang tua dengan mempersembahkan gelar Magister Pendidikan telah saya raih dengan tepat waktu dan nilai yang alhamdulillah, walaupun jauh dari yang terbaik, tapi sudah membuat saya cukup senang. Bagaimana mengingat pelukan bunda ketika dikabarkan bahwa hasil jerih payah selama 2 tahun telah membuahkan hasil. Terima kasih ya Alloh atas segala kemudahan dari-Mu.
Di tahun ini juga saya diberikan kesempatan untuk mengajar di jenjang yang lebih tinggi (MTs setingkat dengan SMP) dan langsung diamanahkan untuk mengajar kelas 9. Naik kelas deh dari level SD hehehe. Semoga ilmu yang saya berikan membawa manfaat bagi peserta didik, aamiin.
Tahun 2014 saya mulai menyukai satu olah raga yang sebetulnya sejak tahun 2012 mulai saya jajaki, tetapi belum saya tekuni. Tahun 2014 saya mulai suka olah raga marathon. Waaaaahhhhhh...... beda banget ya sama olah raga favorit yang membutuhkan konsentrasi di ruangan yang tenang seperti yoga dan pilates.
Olah raga kali ini sifatnya outdoor.
Berawal dari merlihat foto-foto seorang teman, lama-lama tergoda juga. Meskipun awalnya sempat ragu. Marathon pertama adalah moment ulang tahun Pertamina tanggal 30 November 2014 dengan jarak tempuh 5km (keliling monas). Alhamdulillah sampai juga dengan waktu tempuh 1jam 1menit!! Hahahaha..... pelari kura-kura yang isinya 30% lari dan 70% selfie-an, chit-chat, santai deh.
Moment ke-dua minggu berikutnya ikut acara Anlene Waktunya Bergerak tanggal 7 Desember 2014. Dengan jarak tempuh yang sama (monas - HI - RRI - Monas). Sesuai saran dari teman, selama lari konsen dulu untuk memperbaiki waktu tempuh yang usahakan lebih baik dari yang lalu. Dan abaikan dulu selfie2 atau chit-chat-nya (hihihi agak berat nih). Dan yang lebih penting, usahakan 1km pertama lari nonstop!! Wheewww.... Baiklah.... Dan hasilnya, dengan jarak tempuh yang sama berhasil menempuh waktu 49 menit!! hehehe lumayan deh.
Moment ke-tiga ulang tahun Mercedesbenz Club tanggal 21 Desember 2014. Kali ini saya mamberanikan diri untuk ikut 10km. Waaahhhhh... berat nih. Karena waktu tempuh harus kurang dari 2 jam!! (dengan rute tempuh Panin Center - Senayan - Semanggi - Bundaran HI - putar balik lagi sampai Panin Center) Dan 2 hari sebelumnya saya flu berat :(. Lagi-lagi dengan modal nekat dan dalam kondisi tidak fit akhirnya saya berhasil mencapat garis finish dengan waktu 1 jam 36 menit!! Woooowwww...... kalo kata temen sih lumayan "keren" untuk pemula 10km hehehehe.
Apa yang membuat saya senang marathon, karena ada kepuasan tersendiri jika berhasil mencapai garis finish dngan waktu tempuh yang semakin membaik. Walaupun pelan, namun pasti kita harus melewati garis penentu tersebut. Let it flow and let it be.....
Kalau mau diceritain sih banyak ya kejadian tahun 2014. Terima kasih saya kepada Alloh masih memberikan kesempatan untuk terus belajar memperbaiki segala kesalahan dan kekurangan yang telah dilalui di masa yang lalu. Jika ada pihak yang merasa tersakiti, saya haturkan permohonan maaf dari lubuk hati yang paling dalam. Apapun keputusan yang telah saya ambil, sepahit dan sepedih apapun, pastinya telah melalui berbagai peristiwa yang membuat saya berfikir sebelum bertindak untuk mengambil keputusan akhir dari segalanya. Semoga dapat dimengerti :).
Bagaimana untuk 2016....??
Wallahu a'lam.... Seperti halnya Alloh telah menuliskannya di dalam Lauh Mahfuzh :)
Jumat, 02 Januari 2015
Kamis, 27 November 2014
BAHAGIA itu CUKUP!
Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Apa itu BAHAGIA?
Bagiku, BAHAGIA berarti CUKUP.
Menahan diri untuk tidak merasa CUKUP adalah godaan yang terbesar untuk merasa BAHAGIA.
Pilihan untuk BAHAGIA ada di tangan kita sendiri, karena hati dan pikiran kita sendiri yang punya definisi yang tepat untuk merasa CUKUP.
Bagaimana dengan Anda?
Apa itu BAHAGIA?
Bagiku, BAHAGIA berarti CUKUP.
Menahan diri untuk tidak merasa CUKUP adalah godaan yang terbesar untuk merasa BAHAGIA.
Bagaimana dengan Anda?
Senin, 03 November 2014
Umur Bertambah, Metabolisme Melambat
Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Apa kabar semua? Semoga selalu sehat wa'afiat dan selalu berada dalam lindungan Alloh. Aamiin...
Mengapa Saya berdoa agar selalu sehat wal'afiat? karena nikmat sehat adalah salah satu nikmat Alloh yang paling berharga yang harus kita syukuri. Apalah arti harta berlimpah jika kesehatan melemah? Pastinya produktifitas dan kinerja menurun.
Sedikit sharing ya....
Beberapa hari ini kepala dan pundak bagian kiri terasa berat sekali. Awalnya dikira pegal-pegal dan langsung panggil tukang urut. Tapi ternyata hilangnya juga temporer aja. Jadilah kebiasaan lama berulang lagi (nenggak paracetamol sebelum tidur). Sempat juga mengira karena panas matahari (memang dari kuliah paling ngga tahan dengan paparan sinar matahari. Malamnya pasti cari paracetamol (again), hikss). Sakit kepala dan pundak kali ini bener-bener ngga mempan sama yang namanya paracetamol dan sejenisnya.
Sampai kemarin ketemu sepupu diingatkan untuk periksa kadar kolesterol. Konon katanya salah satu gelaja kolesterol tinggi itu pundak yang tegang dan pegal. Jadilah tadi siang periksa kadar kolesterol. Dan ternyata, agak mengejutkan juga dengan kadar yang cukup tinggi (230 dengan ambang batas normal 200). Seumur hidup belum pernah setinggi itu.
Cukup aneh juga mengingat pola makan saya yang ngga aneh-aneh (hanya penyuka abadi berbagai macam coklat, hehehe), rajin olah raga (setiap sore jogging), dan minum air putih juga lebih dari 2 liter. Memang sih, 2 bulan ini berat badan lagi naik tapi masih bisa dikendalikan laaah.
Menurut petugas yang memeriksa kadar kolesterol tadi, gejala awal penderita kolesterol tinggi:
1. Pundak/bahu pegal;
2. Sering pusing di belakang kepala;
3. Cepat mengantuk;
4. Kaki/tangan kesemutan.
Nah, saya pribadi mengalami nomor 1-3. Semakin hari semakin hebat rasa sakitnya.
Mengingat ada faktor genetik high blood pressure dari ayah dan diabetes melitus dari bunda. Untuk ke depannya sepertinya harus lebih hati-hati memilih jenis makanan, karena sekilas kolesterol sulit untuk terdeteksi (orang kurus pun bisa terkena kolesterol tinggi, lho). Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Menurut beberapa informasi yang telah saya baca, semakin bertambah umur kita, maka akan semakin melambat metabolisme tubuh kita.
So, mulai memilih makan sayur, buah atau rebusan nih. Minyak juga dikurangin (duuuhhh bye-bye gorengan, hiksss). Dan mulai atur jadwal olah raga lagi (sepertinya jogging tiap hari keliling pagar ngga cukup, hehehe).
Apa kabar semua? Semoga selalu sehat wa'afiat dan selalu berada dalam lindungan Alloh. Aamiin...
Mengapa Saya berdoa agar selalu sehat wal'afiat? karena nikmat sehat adalah salah satu nikmat Alloh yang paling berharga yang harus kita syukuri. Apalah arti harta berlimpah jika kesehatan melemah? Pastinya produktifitas dan kinerja menurun.
Sedikit sharing ya....
Beberapa hari ini kepala dan pundak bagian kiri terasa berat sekali. Awalnya dikira pegal-pegal dan langsung panggil tukang urut. Tapi ternyata hilangnya juga temporer aja. Jadilah kebiasaan lama berulang lagi (nenggak paracetamol sebelum tidur). Sempat juga mengira karena panas matahari (memang dari kuliah paling ngga tahan dengan paparan sinar matahari. Malamnya pasti cari paracetamol (again), hikss). Sakit kepala dan pundak kali ini bener-bener ngga mempan sama yang namanya paracetamol dan sejenisnya.
Sampai kemarin ketemu sepupu diingatkan untuk periksa kadar kolesterol. Konon katanya salah satu gelaja kolesterol tinggi itu pundak yang tegang dan pegal. Jadilah tadi siang periksa kadar kolesterol. Dan ternyata, agak mengejutkan juga dengan kadar yang cukup tinggi (230 dengan ambang batas normal 200). Seumur hidup belum pernah setinggi itu.
Cukup aneh juga mengingat pola makan saya yang ngga aneh-aneh (hanya penyuka abadi berbagai macam coklat, hehehe), rajin olah raga (setiap sore jogging), dan minum air putih juga lebih dari 2 liter. Memang sih, 2 bulan ini berat badan lagi naik tapi masih bisa dikendalikan laaah.
Menurut petugas yang memeriksa kadar kolesterol tadi, gejala awal penderita kolesterol tinggi:
1. Pundak/bahu pegal;
2. Sering pusing di belakang kepala;
3. Cepat mengantuk;
4. Kaki/tangan kesemutan.
Nah, saya pribadi mengalami nomor 1-3. Semakin hari semakin hebat rasa sakitnya.
Mengingat ada faktor genetik high blood pressure dari ayah dan diabetes melitus dari bunda. Untuk ke depannya sepertinya harus lebih hati-hati memilih jenis makanan, karena sekilas kolesterol sulit untuk terdeteksi (orang kurus pun bisa terkena kolesterol tinggi, lho). Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Menurut beberapa informasi yang telah saya baca, semakin bertambah umur kita, maka akan semakin melambat metabolisme tubuh kita.
So, mulai memilih makan sayur, buah atau rebusan nih. Minyak juga dikurangin (duuuhhh bye-bye gorengan, hiksss). Dan mulai atur jadwal olah raga lagi (sepertinya jogging tiap hari keliling pagar ngga cukup, hehehe).
Rabu, 08 Oktober 2014
Biarkan Anak Berkembang Dengan Kenyamanannya
Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Anakku Opal, usia 9 tahun. Dari usia 3 tahun sudah mulai terlihat bakat musiknya. Awal mula Oma-nya yang peka. Katanya kalau Opal nyanyi pas di nada (ngga fals kayak mamanya heheh) dan usia 3 tahun sudah hafal lagu "Tanah Air" lengkap.
Usia 6 tahun mulai diikutkan kursus piano yang lebih serius. Dan ternyata hasilnya cukup memuaskan. Cepat sekali dia menguasai lagu-lagu yang diberikan. Sesuai dengan arahan guru pianonya, Opal disarankan untuk ikut piano klasik dengan alasan agar kuat dasar-dasar bermain piano terutama dalam hal membaca not balok.
Tapi apa yang terjadi? Satu tahun belakangan ini Opal mulai terlihat bosan melihat tumpukan not balok klasik yang menurut Opal, "ngga ada lagunya, maa". Sering kali Opal merubah sendiri nada baku lagu klasik yang diberikan. Walaupun sekilas dari pendengaran lebih enak nada hasil improvisasi Opal (dan gurunya pun mengakui hehehe).
Cara belajarnya pun agak unik. Sepulang les piano, Opal langsung buka "youtube", kemudian search judul lagu yang ditugaskan, trus didengerin dengan serius, langsung dipraktekin. Sama sekali dia ngga mau baca not-nya. Beberapa kali gurunya mengingatkan karena menurutnya, cara belajar piano seperti ini keliru. Opal akan semakin malas untuk membaca not balok yang jadi modal utama bermain musik klasik.
Setiap 6 bulan sekali gurunya memberikan lagu yang agak panjang seperti "Fur Elise" Beethoven atau "Ballade Pour Adeline" Richard Clayderman (yang terakhir request mamanya hehehe). Dan Opal kelihatan sangat menikmati, meskipun tidak menyimpang dari genre klasik, tapi lagi-lagi menurutnya, "ada lagunya". Lucunya, Opal menganggap tugas lagu yang agak panjang ini sebagai refreshing lagu-lagu piano dari bukunya "Duvernoy" dan "Beyer" hahaha.
Opal paling suka kalau disuruh cari nada lagu dan hebatnya dia bisa mengubah-ubah kunci nada sesuai dengan suara kita. Belum lama ini, Opal yang sangat terobsesi tinggal di Jepang sibuk browsing lagu "Hana Wa Saku" dan lagi-lagi ketemu nadanya!! Cukup dengar beberapa kali dari HP papanya (padahal mamanya sempet nyari salah terus karena ada beberapa nada yang minor hahaha).
Melihat cara belajar piano Opal yang sedikit nyeleneh dan menyimpang dari track yang semestinya, sempat ada keinginan untuk memindahkan ke tempat kursus yang lebih "serius" dengan harapan Opal kembali ke "jalur"nya supaya kuat basic membaca notnya. Tapi keinginan tersebut tertunda manakala mendapat masukan yang mungkin ngga terlintas sebelumnya. "Biarkan anak berkembang dengan kenyamanannya". Jangan sampai karena situasi yang ngga nyaman bisa membuyarkan passion-nya dalam bermusik. Mungkin memang cara belajar Opal yang lebih bersifat auditory yang jika dipaksakan visual malah jadi makin kacau.
Akhirnya aku membiarkan Opal tetap bertahan dengan cara nyamannya, browsing on youtube dan setelah itu biar dia praktekan sendiri lagunya sambil tetap membuka buku not baloknya (walaupun porsi Opal bermain meraba by feeling lebih banyak dari pada membaca not balok langsung). Semoga cara ini bisa menjadi win-win solution.
Kamis, 25 September 2014
Foolish Beat
There was a time
When broken hearts and broken dreams were over.
There was a place where all you could do was
Wish on a four leaf clover.
When broken hearts and broken dreams were over.
There was a place where all you could do was
Wish on a four leaf clover.
But now is a new time
There is a new place
Where dreams just can't come true.
It started the day when I left you
There is a new place
Where dreams just can't come true.
It started the day when I left you
I could never love again the way that I loved you
I could never cry again like I did when I left you
And when we said goodbye,
Oh the look in your eyes
Just left me beside myself without your heart
(without your heart)
I could never love again now that we're apart
I could never cry again like I did when I left you
And when we said goodbye,
Oh the look in your eyes
Just left me beside myself without your heart
(without your heart)
I could never love again now that we're apart
When I was sorry
It was too late to turn around (turn around)
And tell you so.
There was no reason
There was no reason
Just a foolish beat of my heart.
It was too late to turn around (turn around)
And tell you so.
There was no reason
There was no reason
Just a foolish beat of my heart.
I could never love again the way that I loved you
I could never cry again like I did when I left you
And when we said goodbye,
Oh the look in your eyes
Just left me beside myself without your heart
(without your heart)
I could never love again now that we're apart
I could never cry again like I did when I left you
And when we said goodbye,
Oh the look in your eyes
Just left me beside myself without your heart
(without your heart)
I could never love again now that we're apart
Oh, can't you see I'm not fooling nobody
Don't you see the tears are falling down my face?
Since you went away
Break my heart, you slipped away
Didn't know I was wrong
Never meant to hurt you now you're gone
Don't you see the tears are falling down my face?
Since you went away
Break my heart, you slipped away
Didn't know I was wrong
Never meant to hurt you now you're gone
I could never love again now that we're apart.
(now that we're apart)
I could never love again now that we're apart.
(now that we're apart)
I could never love again now that we're apart.
Kamis, 04 September 2014
Finally, I've Reached That Star
In The Name of Alloh, the Most Gracious, the Most Merciful.
I still remember, four years ago that desire came so strongly.
But I had one obstacle that forced me to burry it all.
Two years went by, that desire was more and more
unstoppable. With fully intention, in the name of Alloh, I run it. Despite the
obstacles that still remain half-hearted, I assured him that my choice was just
not a will without any reason as his assumption.
And now, finally I reached that star on time with satisfactory result.
Praise to Alloh, The Lord of The Universe.
Senin, 18 Agustus 2014
Alloh Tidak Menciptakan Sesuatu Dengan Sia-Sia
Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Hari Minggu tanggal 17 Agustus 2014 ada insiden kecil, punggung kepentok ujung lemari kaca tepat di tengah andeng-andeng yang besarnya kurang lebih sama dengan yang di pipi. Akibatnya andeng-andengnya sampai copot. Copotannya itu separu menggelantung seperti tetelan.
Sewaktu kepentok ngga begitu berasa, cuma dada agak sesak. Karena mau buru-buru ngajar anak putus sekolah yang mau ujian, jadi ngga begitu dirasa sakitnya. Pas di kelas koq baru berasa ada yang mengalir di punggung, ternyata udah bleeding.
Malamnya langsung ke UGD RS Pelni, tapi dokter ngga ada yang stand by, jadi ngga bisa langsung ditangani. Kurang puas dengan jawabannya langsung meluncur ke UGD Siloam Kebon Jeruk. Di sana langsung di cek ternyata memang jaringan andeng-andengnya sobek sampai 2 cm, dan disarankan untuk langsung diangkat aja sekalian. Tapi lagi-lagi ngga ada dokter yang stand by, jadi cuma dibersihkan dan ditutup lukanya supaya ngga kena gesekan.
Besok paginya langsung diperiksa dengan dokter bedah. Itu dokter juga bingung koq bisa kena pas di tengah andeng-andeng itu. Tapi katanya, "Untung aja ada andeng-andeng itu, jadi seperti tameng. Kalo ngga bisa kena langsung ke punggungnya. Jaringan kulit di andeng-andeng lebih tebal."
Alhasil diangkatlah andeng-andeng itu. Alhamdulillah prosesnya cepat kurang lebih 30 menit. Sekarang tinggal tahan aja untuk tidur terlungkup selama seminggu sampai jahitan dibuka, hiikkksss......
Tidak ada kesia-siaan dari apa yang telah diciptakan Alloh. Siapa yang sangka kalau andeng-andeng yang ngga keliatan justru jadi perisai di peristiwa ini. Wallahu'alam :)
Langganan:
Postingan (Atom)


